Diadakan di kediaman Sdr. Sabar Aritonang, KPA diadakan setelah makan siang bersama. Diskusi berlanjut tentang otoritas Alkitab dan pengantar tentang DOA.
Rabu, 14 Mei 2008
KPA Sabat, 10 Mei 2008
Diadakan di kediaman Sdr. Sabar Aritonang, KPA diadakan setelah makan siang bersama. Diskusi berlanjut tentang otoritas Alkitab dan pengantar tentang DOA.
SEBERAPA DEKAT KELUARGAMU?
Acara PA kali ini diadakan dengan mewawancarai keluarga-keluarga guru tentang hal-hal pribadi tentang pasangan mereka. Dengan cara ini, maka diketahui apakah keluarganya kompak atau kurang dalam berkomunikasi. Acara ini mengundang perhatian serius dari seluruh anggota jemaat yang hadir dan dalam waktu yang sama mengundang gelak tawa. Semoga dengan acara ini, keluarga-keluarga anggota jemaat yang diwawancarai: Kel. H. Gultom, Kel. L. Siringoringo, Kel. B. Pungus, Kel. P. Souisa, serta keluarga-keluarga lain menjadi lebih komunikatif dalam rumah tangga. Bagi seluruh murid, semoga bermanfaat menjadi sebuah kontribusi positif.
Sabar A.
Sabar A.
Senin, 12 Mei 2008
DIBAKAR DEMI KEBEBASAN BERAGAMA
Matius 5:10
Lebih dari 300 tahun yang lalu, di negeri Belanda tinggal seorang anak laki-laki yang bernama Dick Willemzoon. Ia se-orang anak yang sangat teguh kepercayaannya kepada Yesus. Suatu hari ia ditangkap karena ketahuan pergi ke gereja. Anak laki-laki itu dijebloskan ke dalam penjara dan dijatuhi vonis dibakar hidup-hidup.
Saat itu musim salju. Banyak sungai bu-atan yang airnya membeku. Dick berhasil meloloskan diri melewati sungai beku dengan merangkak dan menggeserkan diri di atas es supaya esnya tidak retak. Tentu saja penjaga-penjaga penjara mengejar dia. Namun prajurit itu tergelincir dan terjeblos ke dalam air yang sangat dingin.
Dick seolah-olah mendengar Tuhan berkata kepadanya “ kembalilah! Selamatkanlah dia” Sekali lagi, dengan terbaring diatas perutnya, Dick merangkak ke tempat orang itu dan menyelamatkannya. Akhirnya keduanya berdiri de-ngan selamat di pinggir sungai.buatan itu.
Penjaga itu sangat berterimakasih kepada Dick karena telah menyelamatkan hidupnya. Namun ia adalah serdadu yang taat kepada atasnya sehingga ia tetap menahan Dick dan membawanya ke penjara. Beberapa hari kemudian, Dick Willemzoon diseret ke sebuh lapangan dan dibakar hidup-hidup.
Banyak orang yang menyaksikan hukuman kejam ini tarsentuh dengan cerita kebaikan hati Dick. Mereka bertekad untuk menghapus hukuman mati karena sseseorang memilih agamanya. Demikianlah sampai sekarang Dick Willemzoon adalh orang terakhir yang mati syahid di Belanda tak akan pernah lupa pada seorang anak laki-laki kecil yang mengasihi Tuhan dan sesama manusia lebih daripada keslamatannya sendiri.
Disadur dari : 20 Cerita Teladan-4
Oleh: DELA IRNA SINAGA
Lebih dari 300 tahun yang lalu, di negeri Belanda tinggal seorang anak laki-laki yang bernama Dick Willemzoon. Ia se-orang anak yang sangat teguh kepercayaannya kepada Yesus. Suatu hari ia ditangkap karena ketahuan pergi ke gereja. Anak laki-laki itu dijebloskan ke dalam penjara dan dijatuhi vonis dibakar hidup-hidup.
Saat itu musim salju. Banyak sungai bu-atan yang airnya membeku. Dick berhasil meloloskan diri melewati sungai beku dengan merangkak dan menggeserkan diri di atas es supaya esnya tidak retak. Tentu saja penjaga-penjaga penjara mengejar dia. Namun prajurit itu tergelincir dan terjeblos ke dalam air yang sangat dingin.
Dick seolah-olah mendengar Tuhan berkata kepadanya “ kembalilah! Selamatkanlah dia” Sekali lagi, dengan terbaring diatas perutnya, Dick merangkak ke tempat orang itu dan menyelamatkannya. Akhirnya keduanya berdiri de-ngan selamat di pinggir sungai.buatan itu.
Penjaga itu sangat berterimakasih kepada Dick karena telah menyelamatkan hidupnya. Namun ia adalah serdadu yang taat kepada atasnya sehingga ia tetap menahan Dick dan membawanya ke penjara. Beberapa hari kemudian, Dick Willemzoon diseret ke sebuh lapangan dan dibakar hidup-hidup.
Banyak orang yang menyaksikan hukuman kejam ini tarsentuh dengan cerita kebaikan hati Dick. Mereka bertekad untuk menghapus hukuman mati karena sseseorang memilih agamanya. Demikianlah sampai sekarang Dick Willemzoon adalh orang terakhir yang mati syahid di Belanda tak akan pernah lupa pada seorang anak laki-laki kecil yang mengasihi Tuhan dan sesama manusia lebih daripada keslamatannya sendiri.
Disadur dari : 20 Cerita Teladan-4
Oleh: DELA IRNA SINAGA
KASIH
1 Kor 13:13
Suatu hari ada seorang wanita yang pulang ke rumahnya dan menemukan 3 orang pria tua yang sedang duduk di beranda rumahnya. Ketiga pria itu memperkenalkan diri mereka. Yang pertama bernama kekayaan, yang kedua bernama kesuksesan, dan yang terakhir bernama kasih. Wanita tersebut mempersilakan untuk masuk, namun ketiganya menolak dan berkata bahwa mereka akan masuk bila sang suami sudah pulang.
Menjelang petang, sang suami dan anaknya pulang. Sang istri menceritakan hal tersebut kepada mereka. Sang suami segera menyuruh sang istri untuk mempersilakan ketiga pria itu untuk masuk. Ketika sang istri mempersilakan mereka masuk, ketiga pria itu menjawab bahwa sang istri harus memilih salah satu dari mereka, karena ketiganya tidak bisa masuk sekaligus.
Akhirnya wanita tersebut mendiskusikan hal tersebut bersama sang suami dan anak mereka. “Kita pilih saja kekayaan, karena kita membutuhkan itu, ”usul sang suami. “Tidak, kita pilih kesuksesan saja. Dengan kesuksesan kita bisa lebih kaya dan bahagia, ” sanggah sang isteri. “Ku rasa, kasih saja yang masuk. Dengan adanya kasih, hidup kita akan lebih bahagia, ” kata sang anak angkat bicara.
Merekapun bersepakat untuk mempersilahkan “Kasih” untuk masuk. Saat sang kasih dipersilahkan untuk masuk, kedua pria yang lain ikut berdiri dan mengikuti dari belakang. Wanita tersebut bingung dan bertanya. Namun kedua pria tua itu menjawab, “Jika kalian memilih salah satu dari kami berdua, yaitu kesuksesan dan kekayaan, maka salah satu dari kami pula yang masuk. Tetapi karena kalian memilih kasih, maka kami semua ikut masuk, karena kami tidak bisa hidup tanpa kasih. Kemanapun kasih pergi, kami akan selalu ikut.”
Saudara,
Tanpa kita sadari, kasih adalah hal terpenting dalam hidup kita. Jagalah agar kasih selalu ada di manapun kita berada.
By: Della Irna Sinaga
XI IPA
Suatu hari ada seorang wanita yang pulang ke rumahnya dan menemukan 3 orang pria tua yang sedang duduk di beranda rumahnya. Ketiga pria itu memperkenalkan diri mereka. Yang pertama bernama kekayaan, yang kedua bernama kesuksesan, dan yang terakhir bernama kasih. Wanita tersebut mempersilakan untuk masuk, namun ketiganya menolak dan berkata bahwa mereka akan masuk bila sang suami sudah pulang.
Menjelang petang, sang suami dan anaknya pulang. Sang istri menceritakan hal tersebut kepada mereka. Sang suami segera menyuruh sang istri untuk mempersilakan ketiga pria itu untuk masuk. Ketika sang istri mempersilakan mereka masuk, ketiga pria itu menjawab bahwa sang istri harus memilih salah satu dari mereka, karena ketiganya tidak bisa masuk sekaligus.
Akhirnya wanita tersebut mendiskusikan hal tersebut bersama sang suami dan anak mereka. “Kita pilih saja kekayaan, karena kita membutuhkan itu, ”usul sang suami. “Tidak, kita pilih kesuksesan saja. Dengan kesuksesan kita bisa lebih kaya dan bahagia, ” sanggah sang isteri. “Ku rasa, kasih saja yang masuk. Dengan adanya kasih, hidup kita akan lebih bahagia, ” kata sang anak angkat bicara.
Merekapun bersepakat untuk mempersilahkan “Kasih” untuk masuk. Saat sang kasih dipersilahkan untuk masuk, kedua pria yang lain ikut berdiri dan mengikuti dari belakang. Wanita tersebut bingung dan bertanya. Namun kedua pria tua itu menjawab, “Jika kalian memilih salah satu dari kami berdua, yaitu kesuksesan dan kekayaan, maka salah satu dari kami pula yang masuk. Tetapi karena kalian memilih kasih, maka kami semua ikut masuk, karena kami tidak bisa hidup tanpa kasih. Kemanapun kasih pergi, kami akan selalu ikut.”
Saudara,
Tanpa kita sadari, kasih adalah hal terpenting dalam hidup kita. Jagalah agar kasih selalu ada di manapun kita berada.
By: Della Irna Sinaga
XI IPA
Dengarkan mereka bicara

KINI HUTAN PUN SEPI
Disebuah kawasan hutan jati terdapat sekoloni besar beraneka burung, tinggal bersama-sama dalam damai dan sejahtera. Tak ada burung yang merasa kekurangan makan karena kalah bersaing dengan yang lain atau tidak kebagian makan. Justru sebaliknya, jika salah seekor burung sedang menyantap makanannya dan melihat burung lain tidak makan, ia akan menawarinya untuk makan sama-sama. Tetapi tentu saja niat baik itu tidak selamanya dapat dierima, karena yang lain pun juga sudah kebagian rezeki itu.
Suatu hari meeka kedatangan tamu, seekor burung Betet yang berbulu indah kemilau. Itu menandakan bahwa ia seekor burung yang pembersih dan sehat. Maka kedatangannya diterima dengan gembira oleh masyarakat burung di situ.
Disuguhinya si Burung Betet itu dengan buah-buahan yang sedap sebagai jamuan kehormatan baginya. Lalu mereka pun segera makan bersama.
Ditengah acara makan itu si Burung Betet sering kali meneleng-nelengkan kepalanya, mendengarkan sesuatu. Dan katanya kemudian. "Hai kamu. burung Nuri. Kalau makan jangan bercecipak dong mulutmu. Tidak sopan itu." serunya kepada Burung Nuri.
si Nuri pun jadi terdiam karenanya. Tetapi sebentar kemudian ia terbang menghindarkan diri dari koloni itu sambil menahan malu dalam hatinya.
Sementara itu setelah acara makan selesai, para burung kemudian bersantai di atas dahan sambil brkicau memperdengarkan keindahan suara masing-masing. Saat itu burung Betet menelengkan kepalanya mendengarkan sesuatu. Kemudian katanya, "Hai Burung Derkuku. Bukan begitu dong caramu nyanyi. Ketika kamu bunyi kuku........kuku masih kurang satu anggukan lagi. Tidak merdu kalau tidak begitu."
Burung Derkuku jadi terkejut dibuatnya. Ia berhenti bernyanyi dan kemudian terbang pergi menghindarkan diri.
Ketika hari mulai petang, alam mulai berangsur remang-remang dan bintang dilangit pun mulai menampakkan kerlipannya. Saat itu si Burung Hantu mulai membuka Buku Kidungnya untuk menyanyikan puisi malamnya di atas pohon randu. "Guuuuuk ........guuuuk.........guuuuk......." serunya membacakan balada rembulan retak. Nyanyian sendu ini merangsang burung betet memanjangkan kupingnya untuk menajamkan pendegarannya. Tak lama kemudian katanya kepada burung Hantu. "Hai, burung Hantu. Puisimu sungguh tidak mendalam. Terlalu cengeng. Bukankah sebuah puisi harus menyajikan suatu keindahan?" tutur si Betet.
Sapaan si Betet ini membuat burung Hantu berhenti berpuisi, dan terbang menghilang di kegelapan malam. Dan waktu pun terus berlalu. Tetapi hutan jati itu sekarang berangsur-angsur menjadi sunyi, kehilangan kehangatannya, karena burung-burung telah pergi, terusik oleh si Betet yang merasa paling tahu segala sesuatu.
*******
Lebih bijak menutup mulut dan berdiam diri, daripada
bersuara tetapi menyakiti hati orang
"Pencemooh mengacaukan kota, tetapi orang
bijak meredakan amarah." (Amsal 29 : 8)
Langganan:
Postingan (Atom)