Selasa, 20 Mei 2008

ARJUNA, I'M COMING...





Info terbaru!

Kita kembali dari Arjuna ke SLAPUR pada Selasa, 20 Mei 2008 pukul 12.00 WIB. Pendakian berlangsung sangat menegangkan... Hujan sepanjang jalan dan seluruh peserta pendakian tidur di pos batu tanpa tenda. Pegawai SLAPUR yang mendampingi: P. Souisa, Dir. SLAPUR, Sabar Aritonang, Sunardi, Mas Rojim. Maju Pathfinder!!!

Kamis, 15 Mei 2008

ORANG-ORANG SUKSES




ANDA TIDAK MUNGKIN MEMAKSA DIRI


UNTUK SUKA MAKAN BROCOLLI




Pekerjaan tertentu menuntut kepribadian yang lain daripada yang lain. Tidak ada gunanya mengejar pekerjaan dalam bidang komunikasi kalau Anda bukan orang yang ekstrovert, yang senang berinteraksi dengan sesama. Kalau jiwa Anda meledak dengan kreativitas yang meletup-letup, kecil kemungkinannya Anda puas dengan pekerjaan dalam bidang akuntansi.


Kepribadian itu adalah seperti ukuran sepatu. Kepribadian itu tidak tergantung pada pilihan atau preferensi kita, tetapi sesekali bisa juga dipaksanakan ---- dengan ganjaran-ganjaran yang tidak menyenangkan. Bukanlah suatu prestasi ataupun kesalahan, mengakui bahwa ada orang yang dapat berbicara di hadapan banyak orang dengan penuh semangat, sementara yang lain ketakutan. Ada orang yang dapat mempelajari suatu persamaan selama bertahun-tahun dan terpesona olehnya, sementara yang lain merindukan interaksi manusia dan keragaman.


Sadarilah siapa Anda ---- bagaimana kepribadian Anda yang sesungguhnya - dan pilihlah masa depan yang cocok dengan itu.


Tiada hari berlalu tanpa setidaknya satu orang kliennya tidak mau lagi bekerja dengannya. Sesungguhnya, terkadang mereka malah meludahinya. Tetapi jurufoto Jean Deer sungguh mencintai pekerjaannya.


Ia telah mengambil foto ratusan anak-anak, dan ia sangat menguasai cara-cara untuk membuat bayi tersenyum. Jean adalah seorang ahli dalam membuat mimik serta mengeluarkan suara lucu.


"Seusainya, semua orang --- saya, oangtuanya, dan anak-anaknya --- kelelahan, tetapi biasanya itu merupakan pertanda baik."


Jean menemukan bahwa membuat bayi tersenyum itu bukanlah satu-satunya cara untuk mendapatkan foto yang baik dan bahwa bayi yang merengutpun bisa menjadi sumber inspirasi. "Suatu kali, saya sedang mengambil foto bayi yang satu ini, yang benar-benar tidak suka kepada saya. Ia tidak mau menengadahkan wajahnya, terus saja menunduk". Jean pun duduk di lantai bersama sang bayi, mengambil foto dari sudut-sudut yang belum pernah digunakannya, dan malah mendapatkan salah satu foto terbaik yang pernah diambilnya.


Pekerjaannnya menuntut dua ciri utama, demikian diyakini oleh Jean. "Tidak semua orang bisa menyebut dirinya jurufoto. Semuanya adalah soal bersikap sabar dan enerjik lalu menangkap momen yang tepat."




**************




Bahkan setelah mengalami tahapan yang berbeda-beda dalam kehidupannya, termasuk perubahan dalam karir dan keluargapun, kepribadian dasar

Spirit of CHANGE



YANG GEMUK AKAN AMBRUK,

YANG RAMPING AKAN BERTAHAN


John Naisbitt mengatakan: "Dekonstruksi atau perombakan adalah cara terbaik untuk bertahan hidup."

Logika yang dibangun pada masa Revolusi Industri membuat organisasi tumbuh menjadi terlalu besar. Dibentuklah birokrasi dalam perusahaan, yang pada akhirnya menciptakan efek Parkinson (untuk mengefektifkan kontrol, diperlukan SDM baru yang justru membuat organisasi menjadi semakin besar dan tidak efisien).

Biaya operasional yang membengkak menggerus laba perusahaan-perusahaan besar. Menurut logika bisnis di abad informasi, struktur organisasi yang besar harus dipangkas. Pengecilan ukuran (downsizing) menjadi cara bertahan hidup. Mereka harus membuang lemak, menjadi ramping, fleksibel, dan lebih mampu menghasilkan laba. Itulah hukum survival for the fittest dalam dunia bisnis di era informasi.

KATA-KATA PENGHIBUR




ANYWHERE IS A PLACE OF PRAYER

IF GOD IS THERE


I Have prayed on my knees in the morning,

I have prayed as I walked along,

I have prayed In the allence and darkness

And I've prayed to the tune of a song.

I Have prayed in the midst of triumph

And I've prayed when I suffered defeat,

I have prayed on the sands of the desert

And where the waves of the ocean beat.

I have prayed in a velvet-hushed forest

Where the quietness calmed my fears,

I have prayed through suffering and heartache

When my eyes were blinded with tears.

I have prayed in churches and chapels,

Cathedrals and synagogues, too,

But often I've had the feeling

That my prayers were not getting through.

And I realized then that Our Father

Is not really concerned where we pray

Or impressed by our manner of worship

Or the eloquent words that we say....

He is only concerned with our feelings,

And He looks deep into our heart

And hears the cry of our soul's deep need

That no words could ever impart.....

So it isn't the prayer that's expressive

Or offered in some special spot,

It's the sincere plea of a sinner

And God can tell whether or not

We honestly seek His forgiveness

And earnestly mean what we say,

And then and then only He answers

The prayer that we fervently pray.



DIMANA SAJA

ADA TEMPAT BERDOA

JIKA TUHAN ADA DISANA


Saya berdoa sambil berlutut setiap pagi,

Saya berdoa sambil berjalan kaki,

Saya berdoa dalam keheningan dan kegelapan

Dan saya berdoa menurut irama sebuah nyanyian.

Saya berdoa di tengah kemenangan

Dan saya berdoa ketika menderita kekalahan,

Saya berdoa di gurun pasir

Dan di mana ombak samudera menghempas.

Saya berdoa di hutan yang sunyi

Di mana keheningan meredakan ketakutanku,

Saya berdoa dalam penderitaan dan sakit hati

Ketika air mataku mengalir deras.

Saya berdoa di gereja dan di kapel,

di katedral dan sinagoga juga,

Namun seringkali saya merasakan

bahwa doaku tidak mencapai tujuannya.

Dan ketika itu saya menyadari bahwa Bapak Kita

Tidak memperhatikan di mana kita berdoa

Atau terkesan oleh cara kita memanjatkan pujian

Atau kata-kata yang kita gunakan......

Ia hanya memperhatikan perasaan kita,

Dan Ia melihat ke dalam hati kita

Serta mendengar kebutuhan jiwa kita yang mendalam

Yang tidak dapat diutarakan dalam kata-kata......

Jadi bukanlah doa yang penuh perasaan

Atau doa yang dipanjatkan di tempat yang khusus,

Tetapi permohonan yang tulus dari seorang pendosa.

Tuhan mengetahui

Apakah kita benar-benar memohon pengampunanNya,

Apakah kita bersungguh-sungguh dalam kata-kata kita,

Dan hanya pada saat itu lah Ia akan menjawab

Semua doa yang kita panjatkan

dengan sungguh-sungguh

KELAS PRANA PATHFINDER SLAPUR






TELAH DIADAKAN KELAS PRANA BAGI BEBERAPA PEMBINA PATHFINDER. KELAS DIBUKA MULAI SELASA, 13 MEI 2008, DAN AKAN BERLANJUT HINGGA AWAL SEMESTER TAHUN AJARAN 2008/ 2009. HAL INI DIHARAPKAN MAMPU MEMPERSIAPKAN PATHFINDER SLAPUR DALAM KEGIATAN SEMESTER MENDATANG, KHUSUSNYA PERKEMAHAN PATHFINDER SEKOLAH SE-KJKT. SEKALI SEMANGAT, TETAP SEMANGAT!!

Rabu, 14 Mei 2008

Illustrasi



SUATU KISAH CINTA YANG UNIK


Apakah saudara pernah mendengar apa yang sering di sebut orang sebagai "kisah cinta yang paling unik pada abad ke-XX ?" Kisah ini terjadi kurang dari lima puluh tahun yang lalu di negeri Inggris. Pada waktu itu yang menjadi raja Inggris adalah raja George V yang sudah cukup lanjut usianya. Putra mahkota yang tampan dan diharapkan untuk menggantikan kedudukan sang ayah ialah Pangeran dari Wales atau Prince of Wales. Sebagai putra mahkota, Prince of Wales tentu saja menjadi pusat perhatian orang di mana pun saja ia berada. Segala gerak-geriknya tidak luput dari pandangan umum, apalagi bagi para wartawan yang selalu giat menguber berita baru.

Oleh karena itulah maka perkenalan sang Pangeran dengan keluarga Ernest Aldrich Simpson tidak luput dari pembicaraan masyarakat Inggris. Perkenalan tersebut terjadi di istana kerajaan dan rupa-rupanya sang Pangeran menaruh rasa simpati yang besar kepada tuan dan nyonya Simpson yang berasal dari Amerika itu. Kejadian tersebut terjadi pada tahun 1931, dan persahabatan Prince of Wales dengan keluarga Simpson ternyata dijalin terus dengan erat. Pada tahun 1936, terjadilah keretakan di dalam tubuh keluarga Simpson dan Ny Wallis Warfield yang sebelum pernikahannya dengan tuan Simpson juga pernah menikah, kini ia menjadi seorang janda yang tidak terikat lagi kepada suaminya.

Ny. Wallis Warfield Simpson ini sebenarnya bukanlah seorang wanita yang cantik jelita; namun ia cukup anggun, luwes, kulitnya lembut dan rambutnya bagus. Nah, janda yang sudah bercerai dua kali ini justru memikat perhatian putra mahkota kerajaan Inggris, sehingga menimbulkan reaksi keras di kalangan masyarakat, yang tidak menyukai hubungan putra mahkota dengan janda itu. Pada tanggal 20 Januari 1936, baginda George V meninggal dunia, dan putra mahkota, Prince of Wales yang ketika itu berusia 42 tahun dicalonkan untuk menjadi raja menggantikan sang ayah dengan gelar Edward VIII. Penobatannya sebagai raja akan dilaksanakan pada bulan Mei tahun berikutnya, tetapi ada satu hal yang harus diputuskan oleh raja yang baru ini; pemerintahan yang dipimpin oleh perdana menteri, tokoh-tokoh keagamaan dan semua badan resmi di Inggris tidak menyukai rencana pernikahannya dengan Ny. wallis Simpson. Mereka menyatakan bahwa rakyat biasa, yang sudah dua kali bercerai, dan lagi orang Amerika (bukan Inggris) adalah tidak mungkin menjadi ratu Inggris. Keadaan menjadi cukup tegang........apakah yang akan terjadi? Raja harus memilih satu di antara dua: tetap menjadi raja Inggris dengan segala kemewahan dan kemuliannya atau menikah dengan Wallis Simpson yang berarti kehilangan tahtanya. Sungguh suatu pilihan yang berat bukan? Wallis yang pada waktu itu berada doi Perancis mengirimkan pesan kepada kekasihnya supaya ia mau mendengarkan pendapat masyarakat Inggris dan jangan meninggalkan tahta hanya karena dirinya. Tetapi, apakah yang diperbuat oleh Edward VIII ini ? Ia akhirnya memutuskan untuk meninggalkan tahtanya............ya, melepaskan jabatan serta kedudukannya yang begitu tinggi sebagaia raja Inggris dan mengawini nyonya Wallis Warfield Simpson yang begitu dikasihinya. Semua orang menjadi terpukau. Sungguh besar pengorbanan yang diperbuat sang raja. Sungguh indah cinta kasih sang raja kepada calon istrinya. Pasangan yang berbahagia ini menikah pada tanggal 3 Juni 1937, dan setelah itu bekas raja itu ditunjuk dengan gelar Duke of Windsor. Mereka akhirnya memutuskan untuk tinggal di suatu tempat di pinggir kota Paris sambil melewatkan hidup mereka dengan tenteram dan bahagia. Saudara, sungguh tepat kalau orang menyebut kisah cinta raja Inggris dengan janda yang sudah 2 kali bercerai itu sebagai "kisah cinta yang paling unik pada abad itu", bukan ? Lihatlah pengorbanan dari sang raja yang demikian besarnya.

Namun masih ada satu kisah yang tak kalah uniknya dari kisah cinta raja Inggris itu. Hal ini diungkapkan di dalam surat 1 Yohanes 4:10, "Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus anakNya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita," Ini benar-benar adalah suatu berita yang sangat unik. Allah mengasihi manusia, kita semua, manusia yang penuh dengan dosa, yang tidak mau mengasihi Allah. Kalau raja Inggris megnasihi Ny. Wallis, itu masih dapat dimengerti karena Ny. Wallis juga mencintai sang Raja. Tetapi berita tentang Allah yang megnasihi kita, padahal kita sering kali hidup dalam kegelapan dan tidak mengasihi Allah, itu sesungguhnya adalah satu hal yang luar biasa. Jelas meskipun kia penuh dengan dosa, Allah tetap megnasihi kita. Dan buktinya Allah telah mengutus AnakNya yaitu Tuhan Yesus Kristus datang ke dunia sebagai pendamai antara Allah danh manusia supaya ada satu hubungan yang mesra kembali antara manusia dengan Allah. Bagaimana caranya? Dengan memberikan keampunan dosa bagi manusia yang mau menerima kasih Allah ini. Allah mengasihi saudara. Sadarkah akan hal ini? Apakah saudara pernah memikirkan hal ini?

SENYUM PENUH MAKNA


Kira-kira, adik-adik Pathfinder tahu gak apa yang ada di hati sang Ibu waktu tersenyum?